About Me

7.15.2013

Solusi Untuk Indonesia Yang Lebih Baik

Saya adalah seorang yang senantiasa bermimpi untuk bisa menjadi orang besar. Setiap saat saya harus dibuat kesal oleh keadaan yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. Permasalahn besar ditinggalkan sementara permasalahn kecil dibesar-besarkan. Kita mencoba untuk sok suci di mata Internasional tapi kita malah membuat rakyat sendiri menderita. Kita ingin dipuji oleh dunia tapi pujian mereka adalah pujian palsu dan menipu. Tanpa sadar kita telah menipu diri kita sendiri. Presiden dan DPR seperti tidak ada gunanya juga. Mereka punya kuasa tapi tidak mau menggunkana kekuasaan tersebut untuk membuat bangsa lebih baik. Mereka hanya memperjuangakn kelompk mereka sendiri. Rakyat mana yang mereka perjuangakn? Tidak ada kan. Lihat aja bagaimana mereka sidang di gedung DPR. Teriak-terika gak jelas. Etika mereka dimana dan apakah mereka tidak sadar kalau mereka di tonton oleh banyak mata rakyat miskin. Kita itu juga terpecah karena partai, ormas atau lembaga lainnya. Umat islam sendiri juga tidak benar. Kita populasi terbanyak di dunia tapi kita tidak bisa mengambil peran strategi di dunia. Sesama umat islam sendiri masih saling menyerang dan membenci. Janganlah seperti anak kecil. Terkadang kita lupa kalau apa yang kita lakukan tidaklah menjadi tujuna kita. Betapa bodohnya kita. Ok, sekarnag kita sudah tau dimana kesalahan kita. Jangan dipermasalahkan lagi, jika masih ada gua bilang dia adalah orang bodoh yang tidak berpendidikan. Sekarang mari kita bahas solusinya. Ada beberapa solusi yang gua tawarkan:
  1. Serahkan semua urusan pada ahlinya. Sekarang ini banyak orang-orang yang gak jelas jadi uang  anggota dewan. Modal untuk menjadi anggota dewan adalah uang. Banyak orang yang jadi anggota dewan karena mereka punya padahal mereka tidak punya kemampun yang cukup dalam mengatasi masalah bangsa. Contohnya adalah artis, pelawak atau pebisnis. Mereka sudah memilki peran masing-masing. Mereka tidak ada pengalaman di bidang legislasi. Artis mereka punya pengalaman di hiburan tidak mungkinlah mereka mengerti dengan masalah-masalah bangsa. Mereka hanya tau masalah hiburan. Jika mereka di DPR pasti mereka hanya akan menjadi penmberi hburan. Pedagan biarkanlah mereka menjadi pedagang. Jika mereka masuk ke dewan mereka akan membuat undang-undang sebagai barang dagangan. Jadi serahkanlah semuanya pada ahli. Ahli yang bagaimana? Ahli yang memilki ideologi yang kuat. Lalu siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang telah lama berkecimpung dalam masalah ini. Mereka adalah mantan-manta aktivis mahasiswa. Mereka yang mengerti. Mereka yang idealis. Mereka mengerti dengan kondisi zaman dan mereka tidak akan kalah dengan suap dan sejenisnua. Jika saya menyarankan mahasiwa dengan ideolgi islam jauh lebih solutiddibanding mahasiwa dnegan ideologi lain karena mereka sudah terbiasa dengan militansinya.
  2. Usir semua perusahaan asing. Kita kaya namun kita tidak kaya. Kita punya segalanya tapi kita tidak bisa menikmatinya. Itulah bodohnya kita. Kita berikan kekayaan kepada bangsa asing. Karena itu tadi kita ingin kelihatna baik dimata mereka. Mereka memberikan apa yang kita inginkan. Mereka memberikan bantuan. Berhubung kita adalah bangsa yang malasn senang di kasih bantuan apa yang mereka berikan kita terima dengan senang hati. Sama saja kita seperti hewan peliharaan mereka. Bangsa kita takut kalau mereka tidak lagi memberikan bantuan padahal uang yang mereka berikan kepada kita adalah uang dari hasil merampas kekayaan kita. Coba lihat Papua bagaimana mereka keruk dengan serakahnya. kemana aja pemimpin bangsa ini? Coba bayangkan jika kita yang mengolah kita akan mendapatkan keuntungan 100%. Jika uang itu dimanfaatkan membangun pendidikan kita akan jadi negara yang maju. Namun karena ulah sebagian kecil orang semuanya jadi seperti ini.
  3. Perbanyak orang-orang pintar dan kritis. Semakin banyak orang pintar semakin terjepit orang yagn sok pintar. Kita bisa melihat di TV bagaimana orang-orang sok pintar berbicara padahal mereka adalah orang yang bodoh. Untuk itu kita perlu membangun masyarakat dengan pendidikan tinggi. Minimal dalam satu keluarga ada satu orang yang kuliah agar yang satu itu bisa memberikan pengertian kepada anggota keluarganya yang lain. Pintar saja tidak cukup karena nantinya mereka juga dengan mudah di perbudak. Kita perlu orang pintar dan kritis agar dia tidak bermental babu tapi bermental pesuruh yang baik.

0 komentar:

 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: Support@templateism.com

Our Team Memebers